Tuesday, February 26, 2013

Tante Gwen Stefani!

Gwen Stefani, damn! She is so fuckin' gorgeous! (menurut gw ya). Tante satu ini keren banget lah, entah kenapa gw ngebet banget untuk suka sama ibu dari Kingston dan Zuma ini. Padahal ya, banyak penyanyi cewek yang gak kalah bagus dari doi. Tapi setiap ada liputan tentang tante Gwen baik di yahoo atau di situs berita online lainnya, gw mendadak interested gitu. Haha. Norak! Biarlah orang berkata apa, tapi buat gw tante satu ini bener-bener dahsyat deh. Suara nya juga biasa aja padahal, tapi ya namanya juga suka, kadang kan kita ga butuh alasan buat suka sama seseorang. Ceile bahasa gw aneh banget ya. Gw suka lagu tante Gwen pas bareng 'No Doubt' yang judul lagunya Don't Speak. Suaranya seksi gimanaaaaa gitu. Haha. Lebay. Pokoknya Tante Gwen itu keren! Berita tentang dia juga ga pernah negatif. Kalo boleh mimpi, gw pengen someday gw bisa ketemu sama tante Gwen. 

PS : Buat tante Gwen, gw suka gaya lo tan! Hehe

Thursday, February 21, 2013

What is Harlem Shake?

Pernah mendengar 'Gangnam Style'? Atau mungkin pernah terkena virus 'Gangnam Style' sampai ikut menari kuda ala Korea tersebut? Jika pernah berarti anda gaul. Apasih. Kecanggihan teknologi lah yang membuat oppa Psy si pencipta tarian kuda ini dikenal seantero jagat. Jumlah penonton youtube yang mengunduh videonya itu hampir 900 juta orang dari seluruh dunia. Hebat! Bagaimana bisa sebuah tarian kuda seperti itu saja bisa menjadi sebuah trend di dunia? Jika bukan karena teknologi mungkin video nya hanya sekedar video amatir biasa. Tapi kesuksesan Psy dalam mempromosikan atribut Korea ini tidak berlangsung lama ternyata. Baru-baru ini pengguna internet dihebohkan kembali dengan sebuah fenomena digital. Harlem Shake. Ya, mirip-mirip dengan Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy itu kini ingin menggeser kepopuleran tarian yang sudah dihafal oleh hampir semua lapisan usia di dunia itu. berikut informasi seputar Harlem Shake yang aku ambil dari situs detik.com berikut ini:

Jakarta - Lagu 'Harlem Shake' yang dipopularkan Baaeur membuat fenomena baru di ranah YouTube. Orang beramai-ramai mengunggah video tarian versinya sendiri dengan lagu tersebut. Apa itu 'Harlem Shake'? Harlem Shake pertama kali dibuat oleh lima orang remaja dari Queensland, Australia. Dalam video berdurasi 0:31 menit tersebut para remaja itu sedang duduk bersantai dalam sebuah kamar. Seorang di antara mereka berjoget mengenakan helm di tengah ruangan. Setelah setengah lagu, tiba-tiba semua berjoget dengan tarian yang tak beraturan. Video tersebut telah ditonton sebanyak 11,4 juta orang. Sampai hari ini, Senin (18/2/2013) pencarian kata kunci Harlem Shake di YouTube telah mencapai 67 ribu video. Di Indonesia, sudah ada sekitar 400 video yang eksis di YouTube.'Harlem Shake' adalah single dari Baauer yang dirilis pada 22 Mei 2012. Single tersebut kini menjadi nomor satu di iTunes Amerika dan nomor dua di Inggris juga Australia. 

Gila, bukan? Setelah Gangnam Style dan Harlem Shake, apalagi yang akan mengguncang dunia digital nanti? Kita lihat saja apresiasi apalagi yang akan menjadi trend 2013. Berikut ini salah satu video Harlem Shake yang sedang populer itu.


Pilgub, Whatever!


Pemilihan Gubernur Jawa Barat bakalan berlangsung seru nih sepertinya. H-2 aja masih ramai dengan kampanye-kampanye 'terselubung' yang dilakukan oleh masing-masing tim sukses. Minggu lalu, ibuku membawa belanjaan dengan kantong keresek bergambarkan salah satu pasangan Cagub dan Cawagub Jabar. Gilak! Niat banget ya pasangan ini sampai kantong keresek pun mereka jadikan media kampanye. Sepertinya ini akan menjadi tahun pertamaku untuk memilih wakil rakyat provinsi Jawa Barat periode 2013-2018. Pilgub sebelumnya aku tidak mencoblos alias 'golput'. Daripada buang-buang waktu di TPS terus milih wakil yang salah, ya mending aku duduk-duduk saja di rumah sambil menyaksikan perkembangan hasil suara melalui televisi. Itu dulu, waktu jamannya jadi anak kuliah. Sekarang pola pikirku tentang politik sedikit maju. Aku sudah punya pemikiran lain tentang politik. Kalaupun sekarang harus buang-buang waktu di TPS, paling tidak ada satu pilihan dari hati nuraniku. Ceritanya menggunakan hak suara gitu. Padahal sampai saat ini aku belum menjatuhkan pilihan pada pasangan manapun. Biasanya H-1 di pelosok-pelosok desa selalu ada yang namanya 'serangan fajar'. Apalah itu serangan fajar, dari namanya sih sepertinya serangan yang dilakukan pada waktu fajar atau pagi hari. Hehe. Mungkin semacam kampanye juga kali ya. Dulu, orangtuaku pernah mendapatkan korek api berisikan uang pecahan lima puluh ribu rupiah dari salah satu pasangan calon wakil rakyat beberapa jam sebelum pemilihan berlangsung, saat itu untuk pemilihan kepala desa. Hih! Ini mungkin ya yang  dinamakan serangan fajar. Mungkin.

***

Sebenarnya dari kecil, aku sedikit apatis dengan yang namanya politik. Apalagi berkenaan dengan partai yang semakin kesini semakin banyak saja. Waktu kecil aku hanya mengenal tiga partai besar. Aku hanya mengenal partai berwarna merah, kuning dan hijau saja. Kayak warna balon ya. Haha. Dan seingatku jika ada acara pemilihan seperti itu perayaannya meriah sekali. Apalagi untuk anak-anak seusiaku, tentu gembira menyambut pesta rakyat seperti itu. Tetapi sekarang, diusiaku yang sudah layak untuk memilih, malah tidak ada kesan meriah sama sekali. Tambah malas saja untuk ke TPS. Dulu orang-orang masih memakai hati nurani untuk menentukan pilihan mereka. Sekarang, uang bisa menjadi senjata untuk merubah pilihan yang semakin kesini semakin membingungkan. Ya, siapapun yang terpilih, semoga bisa mewakili keinginan dan kebutuhan rakyat *sok bijak*. Apapun partainya, siapapun wakilnya, buatku yang penting adalah supportivitas dari tim yang kalah seperti apa. Semua calon buatku potensial, hanya mungkin bagaimana cara dia bekerja nanti itu tidak bisa menggunakan asumsi. Lebih bagus mungkin kalau tim yang kalah membantu yang menang. Bisa membantu program-program kerja, membantu mengaplikasikan rencana lima tahun kedepan atau mungkin terjun bersama-sama membangun pemerintahan. Hehe. Itu sih mimpi dan khayalanku sebagai rakyat yang awam politik ya, selebihnya ya aku tidak peduli. Alangkah baiknya jika semua rakyat mendukung apapun yang terbaik yang bisa dilakukan olah tim yang menang nanti. Apapun.

How are you, Twitter?

Apa kabar Twitter? Sudah satu minggu lewat satu hari tulisanku tidak memenuhi timeline twitter. Aneh? Tidak, rasanya biasa saja. Sama halnya ketika aku memutuskan untuk berhenti memakai Blackberry Messenger bulan Nopember lalu. Sedikit agak membosankan memang ketika kita merubah satu kebiasaan yang sudah menjadi kebiasaan pokok sehari-hari apalagi menghilangkannya. Tetapi balik lagi sama niatku untuk fading dari aktivitas-aktivitas itu seperti apa. Aku nyaman-nyaman saja ketika membuka email dan mendapati beberapa notifikasi dari twitter. Anggap saja aku sudah membalas semua kicauan yang masuk ke akun twitterku secara verbal. Disini aku merasakan adanya perbedaan yang sangat signifikan ketika aku aktif ngetweet dan engga aktif ngetweet lagi.  Bedanya, dulu aku selalu ingin menuliskan apa saja disana. Laparpun aku tulis di tweetku. Aneh. Memang begitu behaviour orang-orang yang aktif di media sosial. Siapapun pasti akan lebih cenderung narsis dan bawel. Tetapi positifnya, dengan menuliskan berbagai macam ekspresi perasaan di media sosial, sedikit banyaknya bisa mengurangi beban perasaan saat itu. Meski hanya sedikit, tetapi itu sangat membantu. Dan negatifnya, jika tidak pandai-pandai memilah dan memilih kata yang akan kita tulis, bisa menjadi masalah yang tidak pernah diekspektasikan sebelumnya. Dilema memang, dan semenjak aku memutuskan untuk berhenti menulis di twitter dan lebih memilih menulis di blog, emosiku sedikit terganggu. Karena aku tak lagi menuliskan setiap perasaan yang ditujukan kepada seseorang. Yang akhirnya aku memendam perasaan itu sendiri. Meskipun melalui blog aku bisa melakukan hal yang sama, tetapi dampaknya tidak sedahsyat twitter. Blog ini ibaratnya sebuah buku diary  yang hanya bisa dibaca olehku dan orang-orang tertentu saja. Dan tulisan di blog tentu tidak akan mewakili diriku pribadi karena bisa saja aku menulisnya lewat cerita lain dengan tokoh yang berbeda. Walau bagaimanapun, keputusanku untuk berhenti ngetweet harus dijalankan. Kadang aku penasaran dengan perkembangan twitterku satu minggu ini. Adakah yang aneh dan menarik disana?

What a boring world!

Bumi itu bulat, bumi itu berputar ya karena bumi itu bulat. Dan seterusnya. Pernyataan yang aneh. Membosankan. Sama kayak orang-orang itu, membosankan. Kenapa sih Tuhan nyiptain spesies-spesies kayak mereka terus hidup berdampingan sama gue di bumi? Fungsi mereka apa coba? Cuma bikin gue kesel, jengkel dan frustasi. Males. Tapi masalahnya engga beres sampe kata 'males' aja. Selebihnya gue dituntut untuk bisa ngadepin sekaligus nanganin orang-orang kayak mereka itu. Ya sudahlah. Terus, hadiah buat gue setelah berhasil ngadepin mereka apa? Ga ada. Gue cuma dapetin rasa sabar yang lebih banyak. Itu aja. Sisanya dongkol semua. Entah apa yang menyebabkan mereka membosankan dimata gue. Mungkin cara berpikirnya. Mungkin. Atau mungkin hanya anggapan gue aja. Mungkin juga. Tapi image yang terbentuk dalam otak gue tentang mereka, buruk semua. Sorry! Kadang gue berpikir kalo mereka itu ga salah -salah banget. Kadang juga gue mikir apapun yang mereka lakuin ya gitu-gitu aja. Boring. Susah buat gue merubah persepsi jelek tentang mereka.


Gue udah penat dengan aktivitas yang gini-gini aja. Ketemu orang-orang itu melulu. Buat gue, dunia kerja itu ga ada ujungnya, pasti gini-gini terus. Waktunya dibatesin, gajinya dijatahin pokoknya gitu deh. Gue pengen banget someday gue bikin usaha sendiri terus gue yang nentuin waktu kerja gue, nentuin gaji yang gue mau. Sedikit mimpi. Kan semuanya juga berawal dari mimpi, ya? Jadi sah-sah aja. Hehe. Tapi membangun bisnis sendiri itu pasti resikonya sudah pasti bakalan kita tanggung sendiri. Kita harus nyiapin segala sesuatunya sendiri. Menurut cerita orang-orang yang punya bisnis sendiri setelah berhenti bekerja, modal dari kesuksesan bisnisnya adalah RELASI. Tanpa modal duit sedikitpun, tapi punya relasi biasanya bisa jalan. Tergantung niatnya juga. Itu kata orang yang cerita ke gue. Gue mau buktiin cerita orang-orang sukses itu, makanya dari sekarang gue belajar membangun jaringan dan relasi supaya ketika usaha gue jalan, gue udah punya pasar buat ngejual produk gue nanti. Dan dari mereka gue dapet banyak hal. Gue dapet motivasi, pendapat, ilmu dan pengalaman pahit yang pernah mereka alami. Tetapi balik lagi ke diri kita, kalo itu udah passion dan field kita, semua usaha pasti bisa dijalankan. Asalkan kita gigih dan pantang menyerah. Ya, kalo itu tergantung pribadi masing-masing ya, kalo gue sih siap untuk ngadepin kepahitan-kepahitan yang mungkin muncul. Karena seperti yang gue bilang di awal, gue udah bosan dengan rutinitas yang gini-gini aja. Sangat bosan. Mungkin dengan kesibukan dan tantangan baru, gue bisa merasakan kembali gairah dan kreatifitas yang baru. Dan ekspektasi gue tentang dunia ini tidak lagi membosankan. *Kemudian Resign*. HAHA!